Berapa Kali Idealnya USG Selama Periode Kehamilan?

Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) telah menjadi bagian yang sangat dinantikan oleh para calon orang tua selama masa kehamilan. Melalui teknologi ini, perkembangan janin dapat dipantau secara visual dan medis. Namun, sering kali muncul pertanyaan di kalangan ibu hamil mengenai frekuensi ideal melakukan USG. Apakah semakin sering dilakukan semakin baik, ataukah ada standar medis khusus yang menjadi acuan demi efektivitas dan keamanan?

Menurut pedoman kesehatan terbaru dan rekomendasi dari World Health Organization (WHO) serta perkumpulan dokter spesialis kandungan, ibu hamil dengan kondisi kehamilan normal tanpa komplikasi idealnya menjalani pemeriksaan USG minimal sebanyak 4 hingga 6 kali selama seluruh periode kehamilan. Frekuensi ini didistribusikan secara strategis di setiap trimester untuk memantau indikator perkembangan yang berbeda secara optimal.

Pada trimester pertama (usia kandungan hingga 12 minggu), USG idealnya dilakukan minimal satu kali. Fokus utama pemeriksaan awal ini adalah untuk mengonfirmasi kehamilan, memastikan kantung kehamilan berada di dalam rahim (bukan kehamilan ektopik), mendeteksi detak jantung janin, menentukan apakah kehamilan tunggal atau kembar, serta menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) dengan tingkat akurasi yang paling tinggi berdasarkan ukuran panjang janin (crown-rump length).

Memasuki trimester kedua (usia 13-27 minggu), USG disarankan minimal satu kali, biasanya pada minggu ke-18 hingga ke-22. USG pada periode ini bersifat sangat krusial karena bertujuan untuk melakukan skrining anomali mayor (skrining detail organ tubuh janin seperti otak, jantung, ginjal, dan tulang belakang) serta mengevaluasi posisi plasenta. Pada trimester ketiga (minggu ke-28 hingga lahir), USG dianjurkan dilakukan 2 hingga 3 kali untuk memantau laju pertumbuhan janin, volume air ketuban, serta memastikan posisi presentasi janin (kepala di bawah) menjelang persalinan. Tentu saja, jika terdapat indikasi medis tertentu seperti diabetes gestasional atau hipertensi, dokter akan meningkatkan frekuensi USG sesuai kebutuhan klinis pasien.

 

Follow Instagram @klinikkitadepok untuk dapetin informasi update dari Klinik Kita Depok dan juga informasi seputar dunia kesehatan

Bagikan Artikel ini

× Hallo Klinik Kita