Di tengah tuntutan gaya hidup modern yang serba cepat, makan dengan tergesa-gesa seolah telah menjadi kebiasaan baru yang lumrah. Banyak orang menghabiskan seporsi makanan hanya dalam waktu kurang dari lima atau sepuluh menit tanpa menyadari dampak buruknya bagi tubuh. Padahal, proses pencernaan yang optimal sangat bergantung pada cara kita mengonsumsi makanan tersebut, mulai dari suapan pertama di dalam rongga mulut.
Ketika Anda makan terlalu cepat, mekanisme alami tubuh untuk mengenali rasa kenyang menjadi terganggu. Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit sejak suapan pertama untuk menerima sinyal hormon leptin yang menandakan bahwa lambung sudah terisi penuh. Saat Anda makan terburu-buru, Anda cenderung menelan kalori dalam jumlah jauh lebih banyak sebelum otak sempat memproses sinyal kenyang tersebut. Akibatnya, kebiasaan ini menjadi salah satu pemicu utama kenaikan berat badan dan obesitas jangka panjang.
Selain masalah berat badan, sistem pencernaan dipaksa bekerja ekstra keras. Makanan yang tidak dikunyah dengan sempurna akan masuk ke lambung dalam bentuk partikel yang masih terlalu besar. Hal ini memaksa lambung memproduksi asam lambung (HCL) lebih banyak untuk memecahnya, yang memicu gejala sakit maag, kembung, begah, dan nyeri ulu hati (GERD). Proses pengunyahan yang kurang juga membuat udara ikut tertelan dalam jumlah banyak (aerofagia), memperparah rasa tidak nyaman di perut.
Dampak jangka panjang yang tidak kalah serius adalah penurunan penyerapan nutrisi. Enzim ptialin di air liur bertugas memecah karbohidrat secara kimiawi di mulut. Jika proses ini dilewati terlalu cepat, usus halus akan kesulitan menyerap vitamin dan mineral secara optimal dari makanan tersebut. Lebih jauh lagi, makan buru-buru terbukti meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2, karena terjadi lonjakan kadar gula darah secara mendadak yang membebani pankreas. Mulailah berlatih makan secara sadar (mindful eating), kunyah makanan minimal 20-30 kali, dan nikmati setiap gigitan demi kesehatan tubuh Anda.
Follow Instagram @klinikkitadepok untuk dapetin informasi update dari Klinik Kita Depok dan juga informasi seputar dunia kesehatan